Kamis, 19 Mei 2011

TERJEMAH USHUL FIQH AL LUMA'

Ushul Fiqh Al Aluma'

Muqoddimah
Dengan mengharap ‘Inayah dan Taufiq-Nya, saya memulai menerjemah kitab Al Luma’ fi Ushulil Fiqh, karangan Syekh Abi Ishaq Assyairozy Assyafi’ie, dengan tujuan agar para pembaca lebih mudah memahami dasar-dasar Ushul Fiqh, sebagai landasan untuk mengetahui secara mendalam tentang proses lahirnya hukum-hukum Syari’at Islam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, para sahabatnya dan kaum mujtahidin serta para ulama lainnya .
Dalam buku terjemahan ini, saya tuliskan pula teks bahasa arabnya, dengan harapan para pembaca bisa membandingkan kosa-kata dan istilah-istilahnya dengan terjemahannya. Di samping itu, saya tuliskan pula beberapa contoh penting yang ditulis di bagian footnote. Contoh-contoh tersebut sebagian besar saya ambil dari beberapa kitab Ushul Fiqh lainnya, seperti kitab Nuzhatul Musytaq, Syarah kitab Al Luma’, karangan Syekh Yahya Aman, kitab Ta’liqot Al Luma’, karangan Syekh Yasin Padang, kitab Al Wajiz fi Ushul Fiqh, karangan Dr. Abd. Kariem Zaidan dan lain-lain, agar segera difahami dengan sempurna.
Sebenarnya saya bukan ahlinya dibidang ini, tapi saya mencoba memberanikan diri untuk melakukan terjemahan ini dengan berbagai usaha yang maksimal, sehingga bila para pembaca menemukan kesalahan, baik redaksi maupun substansinya, saya sangat mengharap kiranya memberitahukan kepada saya untuk diadakan perbaikan bersama-sama.
Demikian persembahan saya, semoga buku terjemahan jilid I ini membawa barokah dan manfaat kepada saya sekeluarga dan para pembaca serta menjadi perantara untuk keselamatan kita bersama di dunia dan akhirat. Amin ya Robbal Alamin !
Sumenep, 02 Juni 2009

خطبة الكـتاب
للهم صل وسلِّم على سيدنامحمد وعلى أله وصحبه

الحمد لله كما هو أهله وصلواته على محمد خاتَم النبيين وسيد المرسلين

Segala puji bagi Allah, karena hanya Dia yang berhak di puji. Semoga Rahmat-Nya tercurahkan kepada Baginda Muhammad, akhir para Nabi dan tuan para Utusan.
سألني بعضُ إخواني أن أُصنّف له مختصَرا في المذهب في أصول الفقه ليكونَ ذلك مضافا إلى ما عملتُ من التبصرِة في الخلاف فأجبتُه إلى ذلك إيجابا لمسألته وقضاءً لحقه وأشرتُ فيه إلى ذكر الخلاف وما لا بد منه من الدليل فربما وقع ذلك إلى مَن ليس عنده ما عملتُ من الخلاف وإلى الله تعالى أرغَب أن يوفِّقني للصواب ويُجزِل لي الأجرَ والثواب إنه كريم وهَّاب .

Sebagian saudaraku meminta supaya saya menyusun kitab ringkasan Ushul Fiqh bermadzhab Imam Syafi’ie, sebagai sandaran terhadap kitab yang saya karang (sebelumnya), yaitu kitab Attabshiroh (yang di dalamnya menerangkan) perbedaan pendapat ulama, maka saya mengabulkan dan memenuhinya permintaan mereka itu. Dan juga saya menerangkan di dalam kitab ini perbedaan pendapat beserta alasannya, barangkali masih belum ada yang melakukan seperti apa yang saya lakukan. Dan kepada Allah, saya mengharap Taufiq untuk (memperoleh) kebenaran dan balasan ganjaran serta pahala. Sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Maha Pemberi.
ولمـّا كان الغـرَض بهذا الكــتاب أصولِ الفـقه وجب بـيانُ العِلم والظنّ ومايتصل بهما لأن بهما يُدرك جميع ما يتعلق بالفقه ثم نذكر النظَرَ والدليل ومايتصل بهما لأن بذلك يُحصل العلم والظن ثم نبيّن الفقهَ وأصول الفقه إن شاء الله عزَّ وجلَّ .

Ketika kitab ini (disusun dengan) tujuan (menerangkan) dasar-dasar Fiqh (Ushul Fiqh), maka (sebelumnya) saya akan menerangkan (pengertian) ilmu dan Dzon serta yang berhubungan dengan keduanya, karena dengan (mengetahui) dua pengertian istilah itu, dapat di ketahui pula masalah-masalah yang berkaitan dengan Fiqh. Kemudian saya akan menerangkan tentang Nadhor dan Dalil serta yang berhubungan dengan keduanya, karena dengan (mengetahui) keduanya, dapat diperoleh (pengertian tentang) Ilmu dan Dzon. Kemudian saya akan menerangkan pula Fiqh dan Ushul Fiqh Insya Allah Azza wa Jalla.
باب بيان العلم والظن
BAB MENERANGKAN ILMU DAN DZON
ونُقدِّم على ذلك بيان الحَدَّ لأن به يُعرف حقيقة كلِّ ما نريد ذِكره. والحدّ هو عبارة على المقصود بما يَحصره ويُحيط به إحاطةً تَمنع أن يدخل فيه ما ليس منه أو يَخرجَ منه ما هو منه ومِن حكم الحد أن يطَّرِد ويَنعَكِس فيوجد المحدود بوجوده ويَنعدِم بعدَمِه .

(Sebelum saya menerangkan pengertian Ilmu dan Dzon) terlebih dahulu saya akan menerangan tentang Had (definisi), karena dengan (mengetahui definisi) Had, akan diketahui pula hakikat masalah yang ingin kami terangkan. Had ialah suatu ungkapan yang meliputi dan membatasi kepada apa yang dimaksud dan mencegah masuknya sesuatu yang bukan bagian dari Had atau keluarnya sesuatu yang bukan bagian dari Had. Dan di antara hukum Had ialah Itthirod (kepastian akan tetapnya suatu pengertian) dan In’ikas (kepastian akan tiadanya suatu pengertian). Mahdud (yang diberi definisi) akan terwujud, sebab ada Had. Dan tidak akan terwujud, sebab tidak ada Had.
فصل :فأما العلمُ فهو معرفة المعلوم على ما هو عليه . وقالت المعتزِلة : هو اعتقاد الشيء على ما هو به مع سكونِ النفس إليه وهذا غير صحيح لأن هذا يُبطِل باعتقاد العاصي فيما يَعتقده فإن هذا المعنى موجود فيه وليس ذلك بعِلمٍ.

Fasal : Ilmu ialah mengetahui sutau perkara yang diketahui (maklum) sesuai dengan adanya perkara itu sendiri. Menurut kaum Mu’tazilah, Ilmu ialah meyakini suatu perkara sesuai dengan tenangnya jiwa. Pendapat ini tidak benar, karena membatalkan keyakinan orang yang berbuat ma’siat. Pengertian Ilmu semacam ini memang ada, tetapi tidak bisa dijadikan definisi Ilmu.
والعلم ضَربان : قديم ومُحدَث فالقديم علم الله عز و جل وهو متعلق بجميع المعلومات ولا يوصَف ذلك بأنه ضَروري ولا مُكتَسَب والمحدث علم الخـلق وقد يكون ذلك ضروريا وقد يكون مكتسبافالضروري كل عِلم لزِم المخلوقَ على وجه لا يمكنه دفعُه عن نفسه بشكّ ولا شَبَهة وذلك كالعلم الحاصل عن الحواس الخمس التي هي السمعُ والبصَرُ والشمُّ والذَّوْق واللَّمْس . والعلم بما تواتُرت به الأخبارُ من ذكر الأمم السالِفة والبِلاد النائية وما يُحصل في النفس من العلم بحال نفسِه من الصحة والسقم والغمِّ والفرَح وما يَعلمه من غيره من النشاط والفرح والغم والترَح وخجِل الخجَـل ووجِل الوجَل وما أشبهه مما يضطرُّ إلى معرفته والمُكتَسَب كل عِلم يقع على نظَر واستدلال كالعِلم بحدوث العالَم وإثباتِ الصانع وصِدقِ الرسل ووجوب الصلاة وأعدادِها ووجوبِ الزكاة ونُصُبِها وغير ذلك مما يُعلم بالنظَر والاستدلال .

Ilmu ada dua macam: Ilmu Qodim dan Ilmu Muhdats. Ilmu Qodim ialah ilmu Allah Azza wa Jalla, yaitu ilmu yang berkaitan dengan semua barang yang diketahui. Dan Allah sendiri tidak di sifati seperti barang itu sendiri, karena ilmu Allah adalah Dlaruri ( pasti adanya) dan bukan Muktasab (dicari). Sedang Ilmu Muhdats ialah ilmu yang dimiliki oleh (setiap) makhluk. Ilmu ini kadang-kadang Dlaruri, kadang-kadang Muktasab. Ilmu Dlaruri ialah setiap ilmu yang dimiliki oleh (setiap) makhluk atas jalan yang tidak mungkin ia menolaknya dari dirinya sendiri, baik dengan ragu-ragu atau dengan penyerupaan. Seperti ilmu yang didapat dari panca indera, yaitu mendengar, melihat, mencium, merasakan dan menyentuh / meraba. Dan (termasuk ilmu Dlaruri) ialah mengetahui / meyakini terhadap berita-berita dari umat terdahulu dan dari negara yang jauh serta dari sesuatu yang ia peroleh (rasakan) dari dirinya sendiri, seperti perasaan sehat, sakit, sedih dan gembira, termasuk sesuatu yang ia ketahui dari berbagai aktivitas berupa rasa gembira, sedih, bingung, malu, susah dan perasaan yang menyerupainya dari suatu perkara yang terpaksa (pasti) ia mengenalnya. Ilmu Muktasab ialah setiap ilmu yang terjadi (diketahui) oleh akal pikiran dan adanya Istidlal (bukti), seperti tahu akan barunya alam, tetapnya (wujudnya) zakat serta nishobnya dan lain sebagainya yang dapat diketahui dengan akal pikiran dan adanya bukti (Istidlal) ................ Mau pesan ? Hub. 081931563000

2 komentar:

  1. Alhamdulillah,, Allah masih belum meniadakan pejuang usul hukum... Semoga bermanfaat

    BalasHapus